Minggu, 20 Oktober 2013

Kenapa Saya Islam?


Kenapa saya Islam? Pertanyaan yang paling mendasar bagi seorang muslim itu seharusnya membuat kita berfikir, apa yang menyebabkan kita sekarang memeluk agama Islam. Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah banyak di antara kita yang sudah menganut Islam sejak lahir dikarenakan dilahirkan di tengah-tengah keluarga muslim. Tetapi kadang kita merasa hambar dengan keIslaman diri kita. Ada yang mengatakan bahwa semua ini adalah suatu fenomena yang terjadi bila kita berIslam karena keturunan. Wallahu’alam. Atau kita yang belum mengerti hakekat keIslaman kita?

Mengapa aku Beragama?

Filosof Saint Augustin dalam bukunya Falsafatul Adyan (Filsafat Agama) mengatakan: “Mengapa aku beragama? Sesungguhnya aku belum pernah sekalipun menggerakkan bibirku dengan pertanyaan ini kecuali aku melihat diriku tergiring untuk menjawabnya dengan jawaban ini, yaitu aku beragama karena aku tidak dapat menentang hal itu, karena hidup beragama adalah sesuatu yang lazim secara moril termasuk di antara kelaziman pribadi.”

1.     Kebutuhan akal manusia untuk mengetahui hakekat keberadaan dirinya
Manusia sebagai makhluk yang cerdas dan berakal selalu diliputi rasa keinginan yang besar seputar penciptaan dirinya. Manusia senantiasa didera pertanyaan-pertanyaan yang perlu segera dijawab demi kepuasan hati dan jiwanya seperti asal-usul penciptaan dirinya, kemanakah ia akan pergi setelah kematian, apakah alam kematian itu, serta tujuan ia diciptakan ke dunia ini. Kesemua pertanyaan di atas merupakan pertanyaan yang wajar karena manusia memang dianugerahi akal dan rasa keingintahuan yang besar. Namun karena keterbatasannya pula, manusia tidak sanggup mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Walaupun demikian kekurangan ini dapat terpenuhi dengan adanya agama (Islam).  Agamalah yang dapat menjawab berbagai persoalan diatas, mulai dari proses penciptaan manusia (Q.S Mursalat 20-23), perihal hidup setelah kematian (Q.S Az Zalzalah 6-8) serta keberadaan alam akhirat (Q.S An Naml 66).
2.     Kebutuhan fitrah manusia terhadap kesehatan jiwa dan kekuatan rohani
Secara fitrah, manusia memiliki kebutuhan akan 3 hal yaitu kebutuhan akal, jasmani dan ruh. Satu saja tidak terpenuhi maka manusia akan merasa bimbang jiwanya, ruhaninya senantiasa lapar, fitrahnya senantiasa kehausan serta akan merasakan kehampaan dan tidak memiliki tujuan hidup. Semuanya akan terus ia rasakan sampai ia menemukan keyakinan tentang Allah. Pada saat itulah ia akan benar-benar merasakan telah menemukan jati dirinya. Oleh sebab itu Al-Qur’an menjadikan agama sebagai fitrah manusia itu sendiri (Q. S Ar Ruum 30).


Sebenarnya apa hakekat dari seorang  ber-Islam? Makna Al-Islam berasal dari kata sa-la-m yang berarti selamat atau damai, di dalam Al Qur’an kata tersebut kemudian digunakan dengan beberapa tambahan atau perubahan misalnya
1.     Aslama : menyerah (Q.S Ali Imran 83)
2.     istaslama-taslim-mustaslimun : penyerahan total kepada Allah (Q.S An-Nisaa’65)
3.     Saliim : bersih, suci (Asy Syu’araa 89, Ash-Shaaffat 84)
4.     Salam : kesejahteraan (Az Zumar 73)
5.     Salm : damai (Muhammad 35)

Islam adalah agama yang paling benar, yang sempurna, agama yang diridhoi oleh Allah Penguasa alam semesta. “…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agama bagimu…“(Q. S Al Maidah 3)

Karakteristik Islam :
1.     mudah, rasional, dan praktis
2.     bersatunya benda dan rohani
3.     jalan hidup yang sempurna
4.     ada keseimbangan antara perorangan dan kemasyarakatan
5.     universal dan kemanusiaan
6.     stabil dan berkembang
7.     ajarannya terpelihara dari perubahan, dijamin 100% sampai hari qiyamat

Mengapa Islam adalah agama yang paling benar? Karena Islam memuat aturan-aturan yang telah disempurnakan dari kitab-kitab terdahulu dan asli, langsung dari Allah Pencipta dan Pemelihara alam semesta. Sementara agama-agama lain merupakan campuran dari kitab yang asli dan buah pemikiran manusia (Q.S Al An’am 153).

          Misal di bidang ekonomi, dalam Islam jual beli dihalalkan bahkan dianjurkan namun riba diharamkan, atau dalam sistem perbankan Islam tidak ada yang namanya bunga, karena bunga akan menyulitkan orang yang mengembalikan pinjaman. Sedangkan pada agama dan kepercayaan lain, bunga dan riba diperbolehkan (Q.S Al Baqarah 275). Dari Jabir r.a katanya: Rasulullah SAW mengutuk pemakan riba, yang menyuruh memakan riba, juru tulis pembuat akte riba dan saksi-saksinya. Sabda beliau, mereka itu sama saja (dosanya).

          Di bidang politik, dalam Islam tidak dibenarkan politik kotor, menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Tetap saja ada rambu-rambu yang harus ditaati dalam politik. Seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah pada zamannya. Atau pengangkatan pemimpin, dalam Islam yang menjadi seorang pemimpin adalah seorang laki-laki yang perilakunya sangat baik, yang pemahamannya paling bagus dan sejumlah kriteria lain. Pada agama dan kepercayaan lain hal-hal tersebut tidak diatur (Q.S Az Zumar 23).

          Jadi, pada intinya semua segi kehidupan dalam Islam selalu diatur, mulai dari hal yang paling sederhana hingga masalah kompleks sekalipun yang bersumber dari Al Qur’an atau sunnah Rasulullah. Ini yang disebut dengan sempurnanya Islam.

Wallahu a'lam

Mumtahana, 20 oktober 2013
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© 2011 Sahabat Petani Jambi
Designed by Blog Thiet Ke
Posts RSSComments RSS
Back to top